4 Negara dengan Pertanian Modern

Daftar yang saya buat ini merupakan berdasarkan apa yang saya ketahui saja, berdasarkan pada informasi dan data yang saya dapatkan dari berbagai sumber, terlebih saya belum pernah berkesempatan untuk melihat secara langsung sistem pengelolaan pertanian di negara tersebut. Mudah-mudahan menjadi doa, suatu hari nanti saya bisa mengunjungi tempa-tempat tersebut. Inilah daftar negara-negara yang menurut saya pertaniaannya patut di contoh :

1. Jepang
Sebagai negara dengan budaya teknologi yang tinggi, Jepang menerapkan juga teknologi untuk bidang pertaniannya. Pertanian di negara ini sangat diatur secara detail, dikerjakan secara serius, mengutamakan teknologi namun tetap ramah lingkungan. Dengan keunikan pengelolaannya itu, Badan Pertaniannya PBB (FAO) menjadikan daerah pertaniaan di Jepang masuk dalam daftar Warisan Penting Sistem Pertaniaan Global (GIAHS). Dengan porsi lahan pertanian hanya 25 % saja, masyarakat Jepang benar-benar memanfaatkan lahan mereka secara efisien, mereka menanam di pekarangan, ruang bawah tanah, pinggiran rel kereta, di atas gedung, pokoknya setiap lahan yang dapat dimanfaatkan mereka optimalkan.
Pasca Tsunami yang meluluh lantahkan sebagian lahan pertaniannya, jepang merencanakan sitem pertanian yang lebih modern. Sistem pertanian yang dijalankan oleh robot, seperti traktor tanpa awak, mesin tanam dan mesin panen. Untuk menghalau hama jepang akan menggunakan teknologi lampu LED.



2. Belanda
Menurut saya negara ini sangat mengagumkan dalam hal pengelolaan pertaniannya. Dengan luas wilayah yang relatif kecil bila dibandingkan Indonesia, pada tahun 2011 Belanda mampu menjadi negara peringkat 2 untuk negara pengekspor produk pertanian terbesar didunia dengan nilai ekspor mencapai 72,8 miliar Euro. Produk andalannya adalah benih dan bunga. Sektor pertanian merupakan pendorong utama ekonomi di Belanda dengan menyumbang 20% pendapatan nasionalnya.
Kunci dari majunya pertanian di Belanda adalah Riset. Kebijakan-kebijakan dan teknologi di adopsi dari riset-riset yang dilakukan para ahli. Salah satu pusat riset pertanian yang terkenal disana adalah universitas Wageningen.


3. Amerika Serikat
Amerika Serikat terkenal sebagai penghasil kacang kedelai, gandum, kapas, kentang dan tembakau di dunia. Harga produk-produk tersebut sangat mempengaruhi  harga di dunia. Pertanian di sana dikerjakan dengan luas kepemilikan lahan yang luas, dikerjakan dengan teknologi pertanian yang hampir separuhnya dilakukan oleh mesin. Sistem irigasi dalam pengelolaan air pun di buat lebih efisien.


4. Taiwan
Hasil ekspor produk pertanian di negara ini adalah USD 11,8 miliar atau 1,5% pendapatan nasionalnya. Seperti juga di negara dengan pertanian lainnya, separuh pengerjaan dilakukan dengan teknologi canggih. Contohnya dalam penanaman padi, mereka menerapkan sistem yang sangat berbeda dengan Indonesia. Bila di Indonesia bibit padi di semai pada satu hamparan sebelum dipindah pada lahan sawah, di Taiwan bibit padi dimasukan suatu wadah pot segi empat dengan ketinggian 2 cm, saat tanam menggunakan mesin dengan kecepatan 3 jam/ha. Cara ini dapat menghemat waktu, tenaga, biaya serta menghasilkan pertumbuhan padi lebih baik, karena pada saat tanam tidak perlu mencabut bibit dari persemaiaan yang akan membuat tanaman stress dan memerlukan waktu untuk adaptasi.


Dari kesemua negara yang saya sebutkan tadi, ada “benang merah” yang membuat mereka maju dan terdepan dalam teknologi pertaniaan, yaitu dukungan pemerintahnya melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak terhadap petani, mengatur dan menata pengelolaan pertanian menjadi teratur, tertata dan mensejahterakan. Saya amat yakin, dalam hal sumberdaya manusia Indonesia pun tak kalah hebat, tinggal bagaimana menciptakan suasana yang kondusif di pertanian kita, Malaysia dan Thailand pun udah mulai menata pertaniaannya, sektor ini maju pesat di sana. Tentu kita tidak ingin tertinggal…

Sumber : http://nico03soil.wordpress.com

5 comments:

hafidz Adi said...

terlalu sedikit peminat sektor pertanian pada generasi muda sekarang

hafidz Adi said...

terlalu sedikit peminat sektor pertanian di kalangan generasi muda

Zaenal Mudhakir said...

Secara umum, para pegawai yang menangani pemerintahan di Indonesia itu "KUPER". Orang Jawa bilang "Kumalungkung ing jeru leng" (bersombong diri dalam lobang yang sempit), setara dengan bagai katak dalam tempurung......... Di mata dunia, potensi Indonesia itu bukan hanya macamnya yang mengherankan, tapi banyaknya. Ironisnya, jurstru di lapangan malah terbalik, yaitu suatu negeri agraris yang menjadi pengimpor pertanian terbanyak. Masya Alloh, BODOH kok sampai MENGHERANKAN.

Zaenal Mudhakir said...

Secara umum, para pegawai di Indonesia itu bagai katak dalam tempurung, sehingga rakyatnya "bagai Itik mati kehausan di kolam"....... Masa Alloh, ada KEBODOHAN kok sampai MENGHERANKAN. Tapi dengan keterbukaan sekarang ini, saya yakin ramalan alhi ekonomi AS bahwa perekonomian Indonesia akan maju pesat di tahun 2025 dan seorang ahli ekonomi Jepang mengatakan bahwa Indonesia menjadi raksasa ekonomi dunia di tahun 2050, benar2 akan terwujud jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Insya Alloh...aamiin 3X.

kingkong said...

Thank's gan infonya !!!

www.bisnistiket.co.id